magister | doktor

Program Magister


Program Magister terbagi menjadi 4 bidang khusus (lihat kurikulum), yaitu:

Eksplorasi Sumberdaya Bumi

Sumberdaya bumi yang meliputi mineral, air, minyak bumi dan panas bumi, merupakan andalan dalam melaksanakan pembangunan nasional.Pemahaman penyebaran endapan bahan galian secara lebih lengkap dengan menggunakan teknologi yang lebih maju akan sangat membantu dalam mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan berbagai alternatif macam cebakan.

Untuk itu kegiatan eksplorasi yang lebih sistematik perlu ditingkatkan baik pada pengembangan endapan yang sudah ditemukan (tahap eksplorasi tambang) yang berhubungan dengan penyebaran endapan di sekitar daerah pertambangan, maupun untuk mencari endapan baru yang berhubungan dengan : di mana letak endapan bahan galian tersebut, berapa besar cadangannya, dan bagaimana cara pengelolaannya secara ekonomis.

Perencanaan eksplorasi yang tidak hanya menargetkan satu komoditi tambang saja, tetapi juga memperhatikan seluruh komoditi yang terdapat pada endapan yang akan dieksplorasi, perlu dikembangkan demi meningkatkan pemanfaatan bahan galian yang non renewable tersebut sesuai dengan konsep konservasi mineral.

Program Pascasarjana ITB menyelenggarakan Program Magister dengan Bidang Khusus Eksplorasi Sumberdaya Bumi untuk menjawab kebutuhan akan pengetahuan, teknologi, dan tenaga ahli dalam bidang eksplorasi. Pengetahuan dan teknologi eksplorasi yang tepat dan akurat, yang dimiliki oleh para pelaku pembangunan, akan meningkatkan potensi sumberdaya bumi secara nasional dan tentunya akan memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi pembangunan.

Geomekanika

Pada saat ini, pembuatan bangunan bawah tanah (underground structure), baik yang berbentuk terowongan maupun jenis lubang bukaan dan penerapan sistem penambangan bawah tanah (underground opening) lainnya cenderung meningkat di Indonesia. Dimasa yang akan datang, bangunan bawah tanah adalah suatu alternatif yang mempunyai prospek cerah, mengingat potensi dan kondisi alam Indonesia banyak mendukung ke arah aktivitas tersebut.

Seperti diketahui, pekerjaan bawah tanah adalah beresiko tinggi baik dari segi keselamatan serta biaya pada saat pembuatannya maupun segi kemantapan lubang bukaan itu sendiri kalau sudah jadi nantinya. Keterlibatan para tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu mulai tahapan rancangan awal sampai tahap konstruksi sangat besar sekali. Oleh karena itu para tenaga ahli profesional Indonesia yang berhubungan dengan berbagai proyek penggalian bawah tanah perlu dipersiapkan sebaik mungkin agar proses alih teknologi di bidang tersebut dapat berlangsung dengan baik.

Di samping itu penentuan karakteristik dan perilaku massa batuan semakin penting dengan pesatnya pembangunan struktur yang kompleks baik dipermukaan tanah maupun di bawah tanah.

Manajemen dan Ekonomi Minerba

Peran sumberdaya mineral dan energi dalam perekonomian semakin besar seiring dengan meningkatnya laju pembangunan di Indonesia. Peningkatan peran ini menuntut dilakukannya pengusahaan sumberdaya secara efektif dan efisien dengan memperhatikan prinsip konservasi.

Pengusahaan sumberdaya mineral memerlukan kombinasi berbagai aspek seperti ekonomi, pembiayaan/akunting, manajemen dan hukum serta perundangan dengan pengetahuan kerekayasaan seperti eksplorasi, penambangan dan pengolahan. Untuk itu diperlukan dukungan sumberdaya manusia yang memiliki wawasan luas dan pengetahuan yang cukup mengenai aspek-aspek di atas.

Sebagai perwujudan rasa tanggung jawab terhadap pengembangan industri pertambangan di Indonesia, Program Studi Rekayasa Pertambangan melalui Bidang Khusus Manajemen dan Ekonomi Minerba menyediakan pendidikan untuk menghasilkan ahli-ahli manajemen dan ekonomi minerba yang memiliki integritas tinggi.

Pengelolaan Lingkungan Tambang

Pengusahaan tambang merupakan sebuah tantangan tersendiri dilihat dari isu lingkungan, dimana operasi penambangan akan selalu merubah kondisi lingkungan setempat. Dengan karakterisasi yang baik terhadap kondisi lingkungan fisik maupun sosial, maka akan dapat dibuat perencanaan penambangan yang berwawasan lingkungan. Potensi-potensi perubahan lingkungan dapat dikenali sejak awal sehingga dapat disusun rencana pengelolaan lingkungan yang baik selama proses penambangan maupun pasca penambangan.

Sebagai perwujudan rasa tanggung jawab terhadap pengembangan industri pertambangan berwawasan lingkungan di Indonesia, Program Studi Rekayasa Pertambangan melalui Bidang Khusus Pengelolaan Lingkungan Tambang menyediakan pendidikan untuk menghasilkan ahli-ahli lingkungan tambang yang memiliki integritas tinggi.

Rekayasa Mineral, Batubara, dan Metalurgi

Perkembangan industri bahan galian di Indonesia menunjukkan peluang yang semakin besar. Pada saat ini Indonesia tidak hanya mengekspor bahan galian industri tetapi juga dalam bentuk konsentrat, logam/paduan logam, produk-produk setengah jadi sebagai bahan baku industri dasar dan manufacturing serta batubara. Hal ini seiring dengan upaya pemerintah dalam peningkatan nilai-tambah (value added) pada berbagai potensi mineral di Indonesia.

Berbagai aspek kerekayasaan yang sangat penting bagi keberhasilan peningkatan nilai tambah potensi sumberdaya mineral, batubara, dan logam antara lain:

  1. Pengkajian kemungkinan pemanfaatan berbagai jenis bahan galian untuk menghasilkan bahan-bahan rekayasa melalui jalur-jalur metoda pengolahan yang telah dikenal maupun yang baru.
  2. Pemilihan proses yang tepat untuk mengolah dan mengekstraksi bahan galian menjadi produk-produk tertentu.
  3. Penguasaan prinsip-prinsip proses pengolahan bahan galian dan pengerjaan lanjut sebagai titik tolak seleksi tekno-ekonomi proses.
  4. Keterpaduan berbagai disiplin kerekayasaan yang mendukung industri pengolahan mineral, batubara, dan logam.
  5. Pengkajian berbagai peluang produk komersial sebagai sasaran penelitian & pengembangan.

Tenaga-tenaga ahli profesional yang diperlukan adalah para sarjana sains dan teknologi yang dibekali pengetahuan pada tingkat yang lebih tinggi sehingga mampu menangani permasalahan dalam industri rekayasa mineral, batubara, proses ekstraksi, dan metalurgi fisika melalui pendekatan yang bersifat analitik kuantitatif. Untuk mencapai kemampuan ini perlu disiapkan pendidikan tingkat pascasarjana yaitu Program Magister Bidang Khusus Rekayasa Mineral, Batubara, dan Metalurgi yang mengarah pada pendalaman pengetahuan keahlian dan keterampilan yang lebih khusus (spesialisasi), disertai dengan pengetahuan yang bersifat sebagai penunjang untuk melengkapi diri dalam menghadapi permasalahan di bidang ilmu dan kerekayasaan mineral/batubara/logam.