Sejarah | Pimpinan

Sejarah


1. Periode Pembentukan: 1949 – 1959

Institut Teknologi Bandung (Bandung Technische Hoogeschool) didirikan pertama kali pada 1920 di zaman kolonial Belanda. ITB merupakan institusi pendidikan tinggi pertama di Indonesia yang fokus pada disiplin ilmu teknik dan sains. Setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, pada 1948 ITB menjadi Fakultas Ilmu Teknik (Faculteit van Technische Wetenschappen) dan Fakultas Ilmu Alam (Faculteit van Wis en Natuurkunde)yang merupakan bagian dari Universitas Indonesia.

Pada February 1948 Divisi Pertambangan yang fokus pada Program Studi Teknik Geologi Eksplorasi (Geologisch Exploratie Ingenieur)dan Program Studi Geologi (Geoloog) didirikan di bawah Fakultas Ilmu Teknik. Pendidikan program studi tersebut dimulai tahun 1949 untuk tahun pertama dan kedua, kemudian pendidikan dilanjutkan di TH Delft (Belanda). Pada angkatan pertama terdapat 6 mahasiswa, namun satu di antaranya kemudian pindah ke divisi lain. Pada tahun 1950, Divisi Geologi didirikan dan berada di bawah Fakultas Ilmu Alam.

Walaupun pada awalnya hanya mempunyai fasilitas laboratorium yang terbatas, pendidikan di Divisi Pertambangan berjalan dengan baik dengan dosen-dosen dari Belanda. Pada tahun 1950, terdapat mahasiswa lebih banyak yang terdaftar di divisi ini. Kurikulum dibagi menjadi Eksplorasi Tambang, Teknik Pertambangan, Pengolahan Mineral, dan Teknik Perminyakan setelah tingkat 3. Situasi politik pada pertengahan dekade 1950 memaksa dosen-dosen Belanda untuk kembali ke negara asalnya, yang kemudian digantikan oleh para profesor dan dosen dari Amerika Serikat di bawah perjanjian kolaborasi dengan Universitas Kentucky. Beberapa lulusan kemudian direkrut menjadi dosen dan melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat selama 1-2 tahun untuk menambah pengetahuan dan keterampilan. Kolaborasi tersebut berakhir pada tahun 1965, dan sejak itu semua dosen berkebangsaan Indonesia.

2. Periode Pengembangan: 1959 – sekarang

Setelah selama 10 tahun berada di bawah Universitas Indonesia, ITB didirikan sebagai institusi pendidikan independen pada tahun 1959 yang kemudian diikuti reorganisasi di semua departemen. Seksi Pertambangan dan Geologi di bawah Departemen Teknologi Mineral (DTM). Pada tahun 1962, rektor ITB mendirikan Seksi Teknik Perminyakan di bawah DTM. Seksi Pertambangan terdiri dari Eksplorasi Tambang, Teknik Pertambangan, dan Teknik Metalurgi, yang merepresentasikan alur pada industri pertambangan dari proses pencarian, penambangan, dan pengolahan mineral. Skema ini didesain pada kurikulum sebagai 3 opsi. Mahasiswa dapat memilih opsi pada tingkat 3.

Pada tahun 1973, sistem akademik baru diterapkan di ITB. Sistem lama yang dikembangkan oleh Belanda berbasis tingkatan (level) diganti ke sistem satuan kredit (SKS,credit hour). Setelah diimplementasikan beberapa tahun di ITB, sistem ini kemudian dijadikan sebagai standar nasional.

Terdapat beberapa perubahan organisasi internal di ITB yang secara umum tidak memberikan dampak penting bagi program studi, dan hanya berdampak pada aspek administrasi. Perubahan-perubahan tersebut adalah sebagai berikut:

 

  • 1963-1973 : Seksi Pertambangan di bawah DTM
  • 1973-1984 : Departemen Teknik Pertambangan di bawah Fakultas Teknologi Industri
  • 1984-2000 : Jurusan Teknik Pertambangan di bawah Fakultas Teknologi Mineral
  • 2000-2007 : Departemen Teknik Pertambangan di bawah Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral
  • 2007-now : Program Studi Teknik Pertambangan di bawah Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan

    Pada tahun 2005, Opsi Metalurgi pada Program Studi Teknik Pertambangan dikembangkan menjadi program studi tersendiri. Sejak itu, Program Studi Teknik Pertambangan terdiri dari dua opsi yaitu Tambang Eksplorasi dan Teknik Pertambangan.