Single Blog Title

This is a single blog caption
29 Agu 2019

Kuliah Lapangan ke Karang Sambung, Kebumen, Jawa Tengah 5 – 10 Agustus 2019.

/
Posted By

Pada hari Senin, tanggal 5 Agustus 2019 mahasiswa teknik pertambangan ITB mengadakan kuliah lapangan ke Karang Sambung, Kebumen. Kuliah lapangan ini diikuti oleh 87 orang mahasiswa Teknik Pertambangan angkatan 2017. 2 orang mahasiswa angkatan 2016 beserta 16 orang asisten dan 19 orang dosen. Kuliah lapangan ini berlangsung dari tanggal 5 Agustus 2019 sampai 10 Agustus 2019. Mahasiswa beserta asisten melakukan perjalanan dari Bandung menuju Kebumen pada tanggal 5 Agustus 2019. Pada hari kedua dan hari ketiga, 6-7 Agustus 2019 mahasiswa melakukan memulai kegiatan dengan dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok pertama berjalan ke arah utara dan kelompok lainnya berjalan ke arah selatan. Hari berikutnya, kelompok yang telah ke utara kemudian berjalan ke daerah selatan, serta sebaliknya. Beberapa lokasi pengamatan yang ada di daerah selatan antara lain adalah bendungan Kaligending (pengamatan perlapisan batu lempung, batupasir dan batu tufa), lokasi batulempung bersisik, kaki Bukit Jatibungkus (pengamatan kontak antara batu lempung dan batu gamping yang menyebabkan adanya mata air karena perbedaan permeabilitas), Bukit Jatibungkus (pengamatan batuan gamping  yang terbentuk secara olisostorm diatas batuan lempung), Bukit Pesangrahan (pengamatan singkapan batuan sedimen konglomerat), Kali Jebug (pengamatan efek bakar pada batu lempung akibat adanya intrusi batuan beku diabas) dan Sungai Lok Ulo (pengamatan endapan alluvial dam gradasi ukuran butir serta perubahan aliran sungai).

Untuk lokasi pengamatan di daerah utara antara lain adalah Kali Mandala (pengamatan breksi sesar dan pengukuran struktur geologi), Sungai Lok Ulo (pengamatan singkapan filit), lokasi bekas penambangan marmer (pengamatan singkapan marmer), lokasi serpentinit pucagan (pengamatan batuan serpentinit yang merupakan batuan metamorf dari batuan peridotit), Kalimuncang (pengamatan lava bantal yang berada diatas perselingan batulempung merah dan rijang) dan Kali Brengkok (pengamatan singkapan sekis mika yang merupakan batuan dasar samudra yang disinyalir merupakan batuan tertua di Pulau Jawa). Selain melakukan pengamatan, peserta juga diminta untuk menentukan posisi di tiap lokasinya dengan cara orientasi di peta menggunakan kompas dan GPS.

Pada hari keempat, 8 Agustus 2019, mahasiswa melakukan pengukuran scanline dan pemetaan dengan menggunakan alat Total Station. Pengukuran scanline dilakukan pada kekar kolom yang ada di Gunung Parang. Pengukuran scanline ini bertujuan untuk menentukan arah umum kekar serta nilai RQD (Rock Quality Designation) dan RMR (Rock Mass Rating ) dari batuan di Gunung Parang. Untuk pemetaan dengan Total Station dilakukan di sawah di sebelah kampus LIPI Karang Sambung. Pemetaan dilakukan dengan cara mencari koordinat dari titik tembak dari dua koordinat benchmark yang diketahui. Jumlah titik tembak yang akan ditentukan koordinatnya sekitar 200 titik. Koordinat dari setiap titik ini nantinya akan diplot di aplikasi surfer untuk dijadikan peta kontur. Pada hari kelima, 9 Agustus 2019, mahasiswa melakukan ekskursi di sungai Lok Ulo, Bukit Dakah dan Bukit Pentulu Indah. Di Sungai Lok Ulo, mahasiswa diminta untuk mewawancarai para penambang pasir agar mahasiswa dapat mengerti bagaimana sistem  tambang rakyat atau tambang kecil. Di Bukit Dakah dan Bukit PentuluIu Indah, mahasiswa mengamati morfologi dari daerah-daerah yang telah dikunjungi pada hari-hari sebelumnya.

Terlampir dokumentasi untuk Kuliah Lapangan Karang Sambung 5 – 10 Agustus 2019: